Kamis, 31 Mei 2012

Materi Bahasa Indonesia

1. NARASI:
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Contoh narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Contoh narasi yang berupa fiksi: novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana: awal – tengah – akhir Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.
Contoh narasi berisi fakta:
Ir. Soekarno
Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang
Contoh narasi fiksi:
Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.
Langkah menyusun narasi (fiksi): Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.
2. DESKRIPSI
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Contoh deskripsi berisi fakta:
Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.
Contoh deskripsi berupa fiksi:
Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.
Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya: Keindahan Bukit Kintamani Suasa pelaksanaan Promosi Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional Keadaan ruang praktik Keadaan daerah yang dilanda bencana
Langkah menyusun deskripsi: Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan Tentukan tujuan Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan Kembangkan kerangka menjadi deskripsi
3. EKSPOSISI:
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.
Contoh:
Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.
Topik yang tepat untuk eksposisi, antara lain:
Manfaat kegiatan ekstrakurikuler
Peranan majalah dinding di sekolah -Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.
Catatan: Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Contoh paparan proses:
Cara mencangkok tanaman:
Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.
Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm.
Langkah menyusun eksposisi: Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
4. ARGUMENTASI:
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.
Contoh:
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.
Tema/ topik yang tepat untuk argumentasi, misalnya: Disiplin kunci sukses berwirausaha, Teknologi komunikasi harus segera dikuasai, Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial.
Langkah menyusun argumentasi : Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi
5. PERSUASI:
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.
Contoh persuasi:
Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.
Topik/ tema yang tepat untuk persuasi, misalnya: Katakan tidak pada NARKOBA, Hemat energi demi generasi mendatang, Hutan sahabat kita, Hidup sehat tanpa rokok, Membaca memperluas cakrawala.
Langkah menyusun persuasi:
Menentukan topik/ tema
Merumuskan tujuan
Mengumpulkan data dari berbagai sumber
Menyusun kerangka karangan
Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi 


 LAPORAN HASIL DISKUSI


Diskusi bertujuan untuk memperoleh kesimpulan yang dapat disumbangkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan sumbangan pemikiran. Laporan kegiatan diskusi disampaikan dalam bentuk tertulis agar lebih jelas, lengkap, koherensif. Pihak yang membuat laporan diskusi adalah panitia penyelenggara/ pelaksana, sedangkan laporan ditujukan atau diserahkan kepada pihak yang membawakan panitia. Oleh pihak yang menerima laporan, hasil-hasil diskusi dapat ditindaklanjuti dengan cara memublikasikannya kepada khalayak umum. Laporan diskusi harus singkat, jelas, terperinci, dan lengkap. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pihak penerima laporan dalam menangkap kandungan pokok laporan. Sementara itu, isi laporan sebaiknya mencakup halhal penting penyelenggaraan diskusi. Hal-hal yang lazim terdapat dalam laporan diskusi adalah badan penyelenggara, tempat, waktu penyelenggaraan, tujuan, dan rumusan diskusi.
          Secara terperinci, unsur-unsur yang harus ada dalam laporan hasil diskusi adalah sebagai berikut.
     a. Pendahuluan, yang terdiri atas:
1) latar belakang pelaksanaan diskusi,
2) tujuan diskusi,
3) langkah-langkah persiapan.
     b) Uraian pelaksanaan, terdiri atas:
1) tempat dan waktu,
2) Peserta
3) prosesi jalannya diskusi,
4) rumusan hasil diskusi.
5)saran-saran.
     d) Lampiran

Materi PLH

BAB 1 : Kerusakan Lingkungan
 
A.       Berbagai macam masalah lingkungan hidup
1.        Masalah lingkungan menyangkut empat permasalah utama yaitu :
1.        Masalah Populasi Penduduk
Pertambahan penduduk membawa konsekuensi bertambah banyaknya kebutuhan pangan, sandang dan papan. Selain itu, manusia yang bertambah banyak membutuhkan pula pertambahan ruang hidup dimuka bumi ini, sedangkan pada kenyataannya lusa permukaan bumi tetap. Akibatnya, dapat terjadi suatu ketimpangan antara kebutuhan dan ketersediaan alam. Manusia cendrung mendahulukan kepentingan pendek daripada kepentingan jangka panjang.
2.        Masalah Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah semua kekayaan alam baik berupa benda mati maupun makhluk hidup yang berada dibumi. Sumber daya alam dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Pemanfaatanya tergantung manusia itu sendiri. Selain itu, manusia harus memiliki rasa kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga tingkat kelestariannya agar dapat dimanfaatkan sepanjang masa.
3.        Masalah Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan adalah keadaan suatu zat atau energy dan unsure lain yang diintroduksikan ke dalam suatu lingkungan oleh kegiatan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kadar tertentu sehingga mengganggu peruntukannya. Perubahan lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan gangguan baik terhadap kesejahteraan dan kesehatan.
4.        Iptek
Cara-cara mengolah SDA dari yang paling sederhana sampai yang paling maju disebut teknologi, Pada hakikatnya teknologi dapat membawa kesejahteraan bagi manusia. Akan tetapi teknologi dapat membawa bencana. Oleh karena itu, kini sudah saatnya kita berupaya menjawab tantangan untuk keseimbangan antara SDA yang tesedia dengan permintaan atau kebutuhan manusia yang tidak tebatas.
B.       Penyebab Masalah Lingkungan Hidup
1.        Peristiwa alam : gempa bumi, lonsor, badai, kebakaran hutan oleh petir, banjir, letusan gunung berapi
2.        Pertumbuhan penduduk : Pertumbuhan masyarakan yang tidak terkendali menjadi masalah dalam penyediaan lahan untuk pemukiman dan usaha, fasilitas pelayanan social, serta social ekonomi dan social budaya .
3.        Pemanfaatan SDA secara berlebihan : ekploitasi, penebangan hutan
4.        Industrialisasi : Limbah
5.        Transportasi : asap kendaraan
C.        Komponen Alam yang Dapat Terancam
1.        Udara
Udara atau atmosfer merupakan “selimut” tebal dari gas yang menutupi seluruh bumi. Lapisan tersebut berfungsi untuk melindungi bumi dan pemanasan dan pendinginan yang berlebihan. Tanpa adanya atmosfer, suhu bumi pada siang hari lebih dari 95°C dan pada malam hari akan turun sampai -184°C.
2.        Tanah
Tanah adalah satu tubuh bumi yang berguna untuk wahana bermukim seluruh makhluk hidup dengan segala aktivitas. Tanah berfungsi sebagai penyedia unsur-unsur yang diperlukan bagi tumbuhan, seperti unsur-unsur hara, bahan-bahan organik, serta air yang terdapat didalam tanah
3.        Air
Air digunakan manusia untuk berbagai keperluan.Mengingat jumlah air tawar yang terbatas, diperlukan pemanfaatan yang efisien dan pegelolaan yang baik.
Bab 2 :Mencegah dan Menanggulangi Banjir
A.       Banjir
Banjir adalah meluapnya aliran sungai akibat air  melebihi kapasitas tampung sungai, sehinngaa meluap dan menggenangi dataran atau daerah yang lebih rendah di sekitarnya. Banjir menjadi masalah apabila banjir tersebut memberikan dampak kerusakan atau dampak negatif terhadap lingkungan manusai, antara lain :
1.        Kerusakan prasarana
2.        Tergangguanya aktivitas manusia dan aktivitas ekonomi
3.        Menurunnya kualitas hidup
1.        Faktor-faktor penyebab banjir
a.        Pengaruh aktivitas manusia :penggundulan hutan, pembangunan pemukiman
b.        Kondisi alam yang bersifat tetap (statis) : kondisi geografi, topologi yang cekung, aliran sungai
c.        Peristiwa alam yang bersifat dinamis : curah hujan yang tinggi, pendangkalan dasar sungai, terjadinya pembendungan, penurunan muka tanah atau ambles
2.        Mengurangi resiko banjir
a.        Kegiatan fisik (struktur) : pembangunan waduk, tanggul di pinggiran sungai, kanal-kanal, pembangunan interkoneksi, pembangunan polder, dan penelusuran sungai
b.        Kegiatan nonstruktur :pengelolaan dataran banjir, konversi tanah dan air di hulu sungai, penanggulangan banjir
c.        Kombinasi upaya struktur dan nonstruktur
3.        Mengatasi banjir
a.        Tindakan-tindakan persiapan banjir
b.        Tindakan-tindakan saat terjadi banjir
c.        Usaha pasca bencana banjir
B.       Tanah Longsor
Tanah longsor adalah suatu bentuk erosi yang pengangkutan atau pemindahan tanahnya terjadi pada suatu saat dalam volume yang lebih besar. Gejala umum terjadi tanah longsor :
a.        Keretakan lantai dan tembok pada bangunan
b.        Ambles sebagian lantai kontruksi
c.        Terjadi penggembungan pada tebing lereng
d.        Miringnya pohon-pohon
e.        Munculnya rembasan air
f.         Muka air sungai naik beberapa cm dan air sungai menjadi keruh secara tiba-tiba
g.        Runtuhnya sebagian tanah
Factor-faktor penyebab terjadi longsor :
a.        Meningkatnya sudut lereng karena kontruksi baru
b.        Meningkatnya kandungan air
c.        Hilangnya tumbuh-tumbuhan karena kebakaran
d.        Berubahnya materi-materi lereng
e.        Getaran akibat gempa bumi
f.         Penambahan beban oleh hujan
1.        Mengurangi resiko bencana tanah longsor
a.        Survey dan pemetaan kawasan yang rentan
b.        Pemasangan rambu-rambu
c.        Peraturan tata guna tanah
d.        Penghijauan
e.        Perbaikan sarana
f.         Pendidikan masyarakat
g.        Pemantauan dan peringatan
2.         Mengatasi bancana
a.        Menetahui dan menghindari kawasan rawan bencana
b.        Memahami tindakan-tindakan ketika terjadi dan pasca bencana longsor
C.     Tsunami
Tsunami adalah istilah untuk gelombang raksasa yang bergerak cepat dan tiba-tiba, yang diakibatkan oleh pergeseran di dasar laut. Tanda-tanda akan terjadinya tsunami :
a.        terdapat getaran kuat yang dapat dirasakan di sekitar pantai
b.        setelah getaran mereda, air laut di pantai surut tiba-tiba
c.        tsunami akan datang kira-kira 15 menit setelah gempa
d.        gelombang pertama datang tidak terlalu besar, dan berikutnya adalah yang berbahaya
e.        perhatikan tingkah laku hewan
1.        mengurangi resiko tsunami
a.        perlindungan garis pantai
b.        system peringatan dini
c.        pendidikan dan pembelajaran
d.        kemitraan
e.        pemetaan kawasan rawan dan tempat evakuasi
f.         penyiapan posko bencana
g.        satgas penanganan bancana
2.        mengatasi tsunami
a.        mengetahui kawasan rawan tsunami
b.        memahami tindakan-tindakan persiapan, menjelang, saat terjadi, dan pasca terjadi
3.        penyelamatan dan pemulihan
a.        pemerintah dibantu masyarakat dan pihak-pihak lain
b.        prioritas dalam pemulihan
D.       Gempa bumi
Gempa bumi adalah sentakan asli dari bumi yang bersumber didalam bumi, merambat melalui permukaan, dan menembus bumi. Cara yang paling sering dipakai untuk mengukur besar suatu gempa adalah skala richter.
Bentuk kerusakan laingkungan akibat gempa :
1.        Rusaknya fasillitas lingkungan
2.        Amblesnya permukaan tanah
3.        Gempa bumi laut menghasilakn tsunami
1.        Mengurangi resiko gempa bumi
·   Memetakan gempa bumi
·   Monitoring gempa bumi
·   Memperkirakan gempa
·   Penerangan tentang gempa
2.        Mengatasi gempa bumi
Langkah-langkah mengatasinya :
1.        Mengenal daerah rawan gempa
2.        Mengamati perilaku hewan
3.        Memahami tindakan-tindakan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi
4.        Penyelamatan dan pemulihan
Tindakan yang harus dilakukan :
1.        Melakukan evakuasi dan mendirikan tenda-tenda pengungsian bagi korban
2.        Melakukan penyelamatan
3.        Menyediakan bantuan medis
4.        Menyediakan MCK, air, makanan, dan minuman
5.        Menyediakan pendidikan darurat
6.        Melakukan pemulihan psikologis pada korban
7.        Memperbaiki dan membangun kembali gedung, sarana, dan fasilitas lainnya.
E.        Gunung meletus
Sifat letusan gunung api terbagi menjadi dua, yaitu effusive (meletus secara perlahan) dan eksplosif (meleeetus secara meledak-ledak). Material-material yang dikeluarkan saat gunung meletus beruap abu, pasir,batuan,krikil kecil, cairan-cairan silikat, solfatar, asam arang, dan mofet. Tanda-tanda gunung meletus :
1.        Terjadi peningkatan suhu didaerah sekitar kawah
2.        Sumber-simber air yang kering
3.        Sering terjadi gempa vulkanik
4.        Sering terdengar suara gemuruh
5.        Turunnya binatang- binatang dari puncak didaerah kaki gunung
Kerusakan lingkungan yang tejadi :
1.        Timbul banyak korban
2.        Bertebaran debu-debu gunung api yang dapat membahayakan penerbangan udara
3.        Rusaknya lahan pertanian
4.        Rusaknya semua material
5.        Terbakarnya hutan
6.        Keringnya sumber-sumber air
7.        Rusaknya lingkungan sekitar
1.        Mengurangi resiko gunung api
a.        Memanfaat gunung api
b.        Tidak mengekploitasi gunung api
c.        Memahami bahaya letusan gunung api
2.        Mengatasi bencana letuasn gunung api
a.        Sebelum terjadi letusan
b.        Saat terjadi letusan gunung api
c.        Saat terjadi letusan
d.        Setelah letusan gunung api
BAB 3 : DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN
A.       Gejala-gejala kerusakan lingkungan
Kerusakan lingkungan baik dalam skala global maupun local termasuk dinegara kita hingga saat ini sudah semakin parah . Indikator kerusakan lingkungan terutama yang diakibatkan oleh degridasi lahan cukup nyata didepan mata dan sudah sangat sering kita alami, seperti :
1.        Banjir tahunan
2.        Erosi dan pendangkalan sungai atau danau
3.        Kelangkaan air
4.        Polusi air dan udara
5.        Pemanasan global
6.        Kerusakan keragaman hayati
7.        Ledakan hama dan penyakit
B.       Dampak kerusakan lingkungan
1.        Dampak kerusakan lingkungan terhadap pemanasan global
Konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal sebagaia gas rumah kaca, terus bertambah diudara akibatnya tindakan manusia melalui kegiatan industry, khususnya karbon dioksida (CO2), dan CFC. Akan tetapi yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan dari penggunaan batu bara, minyak bumi, gas, pengundulan hutan, serta pembakaran hutan .
2.        Dampak pemanasan global terhadap perubahan iklim
Dalam panel antarpemertintahan mengenai perubahan iklim yang diselenggarakan pada bulan Desember 1977 dan Desember 2000, badan terdiri atas 2.000 ilmuawan tersebut menyebutkan sejumlah realitas yang ter jadi pada saat ini, diantaranya :
a.        Mencairnya es kutub utara dan selatan
b.        Curah hujan rata-rata 2-3%
c.        Suhu rata-rata udara naik 0,3°C pertahun
d.        Terumbu karang menjadi rusak
e.        Kerusakan tanah pertanian merosot hingga2-8%
f.         Permukaan tanah turun 0,8 cm per tahun
g.        Bencana-bencana alam sering terjadi
h.        Suhu global meningkat sekitar 5°C
i.         Pemukaan es dikutub uatara makin tipis
j.         Penggundulan hutan
k.        20% emisi karbon
l.         Semenjak perang dunia II jumlah kendaraan bertambah
m.      Negara-negara miskin dilanda kekeringan
n.        Selama 50 tahun ini kita telah menggunakan sekurang-kurangnya setengah dari sumber energy
o.        Biaya tahunan untuk menangkal pemanasan global
p.        Panen makanan merosot
q.        Para petani beralih tempat olahan ke pegunungan
r.         Pengungsi akibat lingkungan hidup sudah berjumnlah 25 juta diseluruh dunia
C.        Upaya penyelamatan dan pemulihan
Upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain :
1.        Membuat sebanyak mungkin sumur resapan air
2.        Menyelamatkan hutan mangrove di pantai-pantai Indonesia
3.        Membenahi kebijakan pengolahan hutan yang berpihak kepada rakyat dengan melibatkan masyarakat untuk menjaga hutan daerah masing-masing
4.        Merancang cara-cara melindungi sumber-sumber alam
5.        Mengurangi penggunaan air, pembakaran barang-barang yang tidak dapat didaur ulang, emisi CFC dan pengganti emisi CFC denagn tidak mengguanakan enregi efisien, dan juga mengurangi penggunaan listrik dengnan mengguanakan lampu hemat energy.
Secara pribadi maupun dengan komunitas, kita dapat mempraktikan tiga hal berikut, yaitu :
1.        Mendaur ulang atau menggunakan kembali barang-barang yang dapat dipakai
2.        Memulai dengan membuat kompos
3.        Mendorong industry kerajinan untuk menjalankan tanggung jawab bagi daur ulang bahan-bahan sisa dan alat-alat elektro seperti televise dan computer.
D.       Manusia dalam hubungannya dengan alam
Hubungan antara manusia dengan alam lingkungan hidupnya adalah :
1.        Hubungan keimanan dan peribadatan
2.        Hubungan pemanfaatan yang berkelanjutan
3.        Hubunga pemeliharaan
BAB 4 :Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan
A.       Pencemaran Lingkungan
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy, atau komponen lain kedalam lingkungan. Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran adalah polutan. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,0033% di udara berfaedah bagi tumbuhan. Akan tetappi jika lebih tingggi dari 0,0033% dapat memberefek merusak. Suatu zat dapat disebut polutan apabila :
1.        Jumlahnya melebihi jumlah normal
2.        Berada pada waktu yang tidak tepat
3.        Berada pada tempat yang tidak tepat
B.       Macam-macam Pencemaran
1.        Menurut tempat terjadinya : pencemaran udara, air, tanah, dan polusi suara.
a.        Pencemaran udara
1.        Sumber pencemaran udara.
Pencemaran uadara  dibedakan menjadi : pencemaran sekunder yaitu pencemaran yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara, contohnya karbon monoksida. Dan pencemaran primer yaitu pencemaran yang terbentuk dari pencemar-perncemar primer di atmosfer, contonya pembentukan ozon dalam smog fotokimia.
Kegiatan manusia yang menimbulkan pencemaran udara, antara lain : transportasi, industry, pembangkit listrik, pembakaran, gas buang pabrik (CFC)
Sumber alami penyebab pencemaran udara adalah : gunung berapi, rawa-rawa, kebakaran hutan, nitrifikasi dan denifitrikasi biologi
Sumber-sumber lainnya : transportasi amonia, kebocoran tangki klor, timbul gas metana dari lahan uruk/ tempat pembuangan sampah akhir, uap pelarut organic
Jenis-jenis pencemar antara lain : karbon monoksida, oksida nitrogen, oksida sulfur, CFC, hidrokarbon, ozon, volatile organic compounds, dan partikulat
2.        Dampak pencemaran udara
a.        Dampak kesehatan
b.        Dampak terhadap tanaman
c.        Hujan asam
d.        Kerusakan lapisan ozon
e.        Penanggulangan pencemaran udara
b.        Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut :
1.        Pembuangan limbah industry, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestic, misalnya sisa pembuangan detergen mencemari air
2.        Sampah organic yang dibusukan oleh bakteri menyebabkan O2 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organism air
3.        Fosfat hasil pembusukan bersama HO3 dan pupuk pertaniaan terakumulasi sehingga menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral yang menyebabakan pertumbuhan cepat pada alga (blooming alga).
Upaya menanggulangi pencemaran air :
1.        Meningkatkan usaha reboisasi dan penghijauan
2.        Mencegah perambatab hutan dengan pengawasan dan penerapan sanksi hukum yang tegas
3.        Menerapkan system pertanian konservasi
4.        Menggunakan pupuk dan pestisida seperlunya
5.        Menerapkan kaidah-kaidah konversasi tanah dan air pada setiap pemanfaatan lahan
6.        Mengumpulkan limbah domestic sehingga tidak masuk kedalam perairan umum
7.        Memanfaatkan limbah domestic untuk keperluan lain
8.        Memproses limbah padat domestic dengan system landfill sanitary (system penimbunan berlapis)
9.        Memisahkan limbah padat dari limbah cair
10.     Mengumpulkan B3 kemudian diolah secara khusus
11.     Mengurangi atau mengganti bahan kimia dalam proses produksi sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan
12.     Mengolah limbah cair industry sehinggga kualitas limbah cair yang dibuang ke peraiaran umum tidak melampaui baku mutu yang berlaku.
c.        Pencemaran tanah
1.        Dampak pencemaran tanah
a.        Pada kesehatan
b.        Pada ekosistem
c.        Pada kegiatan pertanian
2.        Penanggulangan pencemaran tanah
a.        Remediasi : kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar
b.        Bioremediasi : proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur dan bakteri)
d.        pencemaran suara
Pencemaran suara bersifat terus-menerus dengan tingkat kebisinga di atas 80 dB dapat mengankibatkan efek atau dampak yang merugikan kesehatan manusia. Berikut ini adalah beberapa efek samping negative dari pencemaran suara :
a.        stess
b.        gila
c.        perubahan denyut nadi
d.        tekanan darah berubah
e.        gangguan fungsi jantung
f.         kontraksi perut
berikut ini adalah contoh kebisinbgan yang menimbulakn pencemaran suara :
1.        orang ngobrol biasa : 40dB
2.        orang rebut/silat lidah : 80 dB
3.        suara kereta api : 95 dB
4.        mesin motoer 5 pk : 104 dB
5.        suara geledek : 120 dB
6.        pesawat jet tinggal landas : 150 dB
cara untuk mrnaggulangi pencemaran suara antara lain :
1.        investor mesin pabrik hendaknya memilih mesin yang dapat mengurangi kebisingan
2.        produsen kendaraan bermotor mengeluarkan standar kebisingan
3.        memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH)
4.        Masyarakat dapat melakukan kegiatan refreshing untuk mengurangi dampak polusi suara dengan pergi ke gunung, pantai, atau perdesaan, serta daerah-daerah yang jauh dari kebisingan .
2.  Menurut macam-macam bahan pencemar
      Macam-macam bahan pencemar adlah sebagai berikutt :
1.        Kimiawi : zat radioaktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr, dan Hi), pupuk anorganic, pestisida, detergen, dan minyak
2.        Biologi :mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan salmonella thyposa.
3.        Fisik : kaleng-kaleng, botol, plastic, dan karet .
3.        Menurut Tingkat Pencemaran
Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut :
1.        Pencemaran yang melalui mengakibatkan  iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh, serta telah menumbulkan kerusakan pada ekositem lain
2.        Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis
3.        Pencemaran yang kadar zat-zat pencemaranya demikian besar, sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan.